Friday, October 31, 2014

Tentang Penyakit

Bila disebut tentang penyakit terbayanglah kepada kita penyakit-penyak
it yang pernah kita alami dan dialami juga oleh orang lain. Ada penyakit yang menyerang tubuh badan dan ada penyakit yang menyerang jiwa atau perasaan. Berbagai macam istilah digunakan untuk membedakan di antara satu penyakit dengan penyakit yang lain. Dalam nama-nama penyakit semua huruf dari A hingga ke Z digunakan, menunjukkan banyaknya penyakit-penyakit yang telah dikenal pasti oleh manusia. Kadang-kadang seseorang yang sakit lebih takut kepada istilah penyakit daripada penyakit itu sendiri. Istilah yang paling ditakuti oleh manusia zaman ini ialah AIDS kerana ilmu pengobatan belum mempunyai hasil yang memuaskan untuk menangani penyakit tersebut.

Penyakit bukan saja melanda masyarakat dan manusia malah hewan dan tumbuh-tumbuhan juga terkena penyakit. Benda-benda galian juga terkena penyakit. Contohnya besi, penyakitnya berkarat dan nasi penyakitnya basi. Penyakit Adalah sesuatu yang menyeluruh, menyerang yang bernyawa dan yang tidak bernyawa. Apabila penyakit menyerang yang bernyawa maka mangsanya di giring kepada kematian. Bila penyakit menyerang yang tidak bernyawa maka mangsanya digiring kepada kebinasaan yaitu rusak, keriput atau hancur.

Penyakit menjadi musuh utama manusia. Manusia tidak menyerah bulat-bulat kepada keganasannya. Dalam menangani masalah penyakit, manusia mengambil langlah-langkah mengobati orang yang telah dihinggapi penyakit dan melakukan pencegahan kepada yang belum berpenyakit. Perbelanjaan yang besar digunakan bagi tujuan merawat dan pencegahan tersebut. Kajian demi kajian, penelitian demi penelitian dilakukan, hasilnya muncullah para dokter yang pakar dalam semua bidang penyakit. Muncullah obat-obatan yang di anggap bisa mengobati penyakit. rumah sakit dibangun di mana tempat. Tidak cukup dengan pengobatan moden, ada pula pengobatan tradisional, yang semuanya dituju untuk mengobati penyakit atau mencegahnya.

Manusia boleh saja berusaha mencegah dan mengobati tetapi tidak berupaya untuk menghapuskan penyakit. Seseorang yang belum terkena penyakit boleh saja melakukan usaha pencegahan sehingga dia terhindar dari penyakit tersebut. Orang yang telah diserang penyakit boleh berobat sehingga penyakitnya sembuh, namun tidak ada obat dan alat untuk menghapuskan penyakit. Penyakit akan berjalan terus dari satu orang kepada orang yang lain. Apa yang manusia lakukan. Adalah merawat akibat dari tindakan penyakit atau mengadakan langkah pencegahan dari terkena akibatnya sedangkan penyakit itu sendiri tidak dapat ditangani. Bagaimana mau menangani penyakit sedangkan tidak ada yang pernah melihat penyakit dan tidak diketahui hakikatnya yang sebenar penyakit. Apa yang dilihat atau diketahui. Adalah kesan atau akibat dari tindak tanduk penyakit sementara hakikat penyakit itu sendiri tersembunyi. Manusia boleh merasakan kesakitan tetapi mereka tidak bisa melihat atau menjelaskan apakah yang sebenarnya kesakitan itu. rasa sakit itu bisa dirasakan tetapi tidak bisa dirupakan dan dijelaskan suatu nama penyakit di ambil dari rasa yang di timbulkan dan kesan yang mengenai si sakit sehingga di ambil suatu kesimpulan dari nama sakitnya, sementara bentuk dari sakit sendiri itu tetap menjadi rahasia, para pakar kedokteran hanya mengambil suatu kesimpulan, dan tak jarang kesimpulan yang di ambi, dari sakit itu adalah salah, tapi pasien tak bisa berkata tidak, hanya pasrah saja sakitnya di tuduhkan sakit apa.

Penyakit yang melibatkan tubuh badan biasanya mudah diketahui. Pasien menyadari yang dia berpenyakit walaupun dia tidak pasti apakah penyakitnya. Kesadaran tersebut membawanya berjumpa dengan dokter untuk mendapatkaan rawatan atau jawaban pasti dari sakit yang di rasdakannya. Jadi, sebarang penyakit yang mengenai tubuh badan mudah diketahui dan mudah di simpulkan karena bersifat jasmani, kesimpulan juga bisa di ambil, misal sakit di gigi maka di ambil kesimpulan sakit gigi, sakit di mata , maka di ambil kesimpulan sakit mata, dll, lalu nama-nama aneh di pakai nama sakit itu, agar obat makin beragam, dan beraneka warna, di sesuaikan dengan sakitnya, juga dokter makin macam-macam spesialisasinya.

Namun, terdapat banyak penyakit yang tidak mengenai tubuh badan tetapi sangat sukar diketahui. Orang yang berpenyakit tidak mengetahui dan tidak menganggap dirinya berpenyakit. Bahkan kebanyakan manusia menganggap penyakit tersebut sebagai bukan penyakit. Tetapi, sekiranya direnung dengan mendalam didapati penyakit yang tidak dianggap sebagai penyakit itu sangat membahayakan kepada kehidupan manusia, lebih berbahaya daripada penyakit yang menyerang tubuh badan. Cuba kita perhatikan akibat yang timbul daripada penyakit-penyakit yang dianggap sebagai bukan penyakit itu.

CONTOH PERTAMA

Seorang kanak-kanak berumur tiga tahun mati akibat didera. Seluruh masyarakat mengakui bahawa kematian itu Adalah akibat deraan. Perbuatan mendera adalah perubatan yang kejam. Orang yang melakukannya dikatakan seorang yang kejam. Si pendera itu dianggap sebagai seorang yang kejam bukan sebagai seorang yang berpenyakit. Kita tidak melihat bahwa orang tersebut menghidap penyakit yang menyebabkan dia bisa bertindak kejam dan ganas. Kekejaman bukanlah sifatnya tetapi ia adalah sifat penyakit yang dihinggapinya. Oleh sebab orang tadi tidak tahu dia berpenyakit dan orang lain juga tidak sadar dia berpenyakit maka penyakit itu dapat bergerak dengan bebas menguasai orang itu sehingga dia tidak ada daya melawan. Bila penyakit sudah dapat menguasainya, maka penyakit tersebut menyalurkan sifat-sifatnya kepada orang tadi. Si mangsa hanya menjadi alat kepada penyakit yang menguasainya. Penyakit itulah yang mendera anak-anak berkenaan sehingga mati, dengan menggunakan manusia sebagai alatnya.

CONTOH KEDUA

Seorang isteri coba berdaya upaya untuk menyenangkan hati suaminya. Dia bersopan santun menguruskan rumahtangga dengan baik dan menjaga keperluan suaminya dengan teratur. Secara logikanya sang suami tentunya puas hati mempunyai isteri yang baik serta bertanggungjawab dan tentunya sang suami juga menjadi suami yang baik dan bertanggungjawab. Tetapi, yang terjadi sebaliknya Sang suami tidak pernah menunjukkan sikap berpuas hati dengan isterinya. Dia senantiasa mengomel. Ada saja perbuatan isterinya yang tidak di suka pada pandangannya. Bukan itu saja bahkan sang suami gemar memikul isterinya tanpa alasan yang jelas, Sang isteri pula boleh menerima deraan suaminya seolah-olah deraan itu satu kemanisan bagi rumahtangga mereka. sebagai ketaatan pada isuaminya, dan di anggap akan mendapatkan pahala, Sang suami gemar menunjukkan kejantanannya dengan memikul isterinya dan dia berasa puas mendengar isterinya merayu dan menyembahnya. Sang isteri pula merasakan dia telah membuktikan kasih sayangnya dengan menerima deraan suaminya. Bahkan sang isteri itu berasa bangga bila dia mengugut mahu meninggalkan suaminya maka sang suami itu merayu pula kepada isterinya sambil memohon ampun dan maaf atas kekasaran yang telah dilakukannya.

Suami isteri ini menganggap fenomena yang berlaku dalam rumahtangga mereka sebagai sesuatu yang normal. Mereka tidak merasakan yang mereka berdua berpenyakit. Orang di keliling mereka juga tidak menganggap pasangan tersebut berpenyakit. Maka tidak ada usaha pengobatan dilakukan.

CONTOH KETIGA

ada pertandingan sepak bola antar kampung, ketika pertandingan berlangsung maka salah satu kemasukan gol, karena kemasukan gol maka para pendukung sporter tak terima yang di dukungnya kalah, lalu menyalahkan kesebelasan lawan yang telah memasukkan gol, dan terjadilah lempar botol atau apa saja ke group lawan, sporter lawan pun tak terima kalau pemain yang di dukungnya di lempar maka balas melempar akhirnya terjadi tawuran antara sporter dan adu jotos antara pemain, dan banyak yang luka bahkan kerusuhan meluas ke kampung dan mana-mana tempat, masing masing mendukung kesebelasannya, dan itu menunjukkan semua berpenyakit.

CONTOH KEEMPAT

ada orang yang bekerja para perusahaan atau pemerintahan yang mengkorupsi uang rakyat, banyak uang di hambur-hamburkan untuk foya-foya, tapi itu bukan uangnya tapi uang korupsi, orang yang melakukan itu cenderung di anggap sebagai orang yang bersalah, bukan sebagai orang yang sakit.

CONTOH KELIMA

Seorang suami yang sangat menyayangi isterinya mencukupi isterinya dengan penuh kasih sayang dan kemewahan. Isterinya membalas dengan memberinya layanan yang penuh dengan kemesraan. Bahagia sekali kehidupan mereka. Si suami tidak ragu-ragu untuk meninggalkan rumahnya di bawah penjagaan isteri tercinta. Bila dia keluar negeri untuk beberapa hari karena urusan pekerjaan, dia sangat yakin dengan kesetiaan isterinya. Lantaran sangat rindukan isterinya, satu hari dia mempersingkat urusannya di luar negeri, sesudah beberapa hari isterinya tidak melihatnya tentu isterinya itu sangat merindukannya, seperti yang dia sendiri rasakan. Dia mau pulang dengan ‘surprise’.

Dia memasuki rumahnya dengan diam-diam. Dicarinya isterinya di ruang tamu tidak ada. Di dapur juga tidak ada. Agaknya isterinya sedang tidur karena kesunyian ditinggal sendirian. Lalu dia berjalan perlahan-lahan ke kamar tidurnya supaya isterinya akan terkejut nanti apabila melihatnya tiba-tiba sudah berada di sampingnya.

Dia membuka pintu biliknya dengan perlahan-lahan. Apabila dia membuka pintu biliknya dia berhadapan dengan satu pemandangan yang sangat-sangat mengejutkan. Dia hilang kesadaran dan tidak tahu apa yang terjadi. ketika kesadarannya kembali di dapatinya isterinya sudah menjadi mayat dan di sebelah mayat isterinya terbujur mayat seorang pemuda yang tidak dikenalinya. Dia melihat pistol berada di tangannya tetapi dia tidak ingat bila dia melepaskan tembakan. Peristiwa itu terjadi dengan cepat sekali sehingga dia tidak tau dan tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi. Bila dia dipenjarakan, dia masih tertanya-tanya apa dia atau ada orang lain yang telah menembak isterinya dan pemuda di dalam kamar tidurnya.

banyak sekali kejadian di masyarakat tentang kejadian dan contoh yang terjadi, apa yang terjadi itu adalah bom waktu, Setiap individu membawa bersama-sama dirinya bom waktu, Sekali sekala masyarakat dikejutkan oleh bom waktu yang sudah sampai masa untuk meletus. Masyarakat menganggapnya sebagai satu Kejadian yang biasa berlaku dalam kehidupan seharian. Peristiwa yang mengejutkan itu dibicarakan beberapa saat kemudian dilupakan. Masyarakat lupa bahwa banyak lagi bom yang belum meletus. orang yang punya bom yang sudah meletus itu mungkin memiliki beberapa biji lagi bom yang belum meletus. Dia dibiarkan bebas bergerak di dalam masyarakat dengan membawa bom-bom yang masih aktif.

Bom individu mempunyai kekuatan yang berbeda-beda dalam menggoncangkan masyarakat. Ada yang lemah dan ada yang kuat. Seorang suami yang hidup dengan isterinya hanya menggoncangkan keluarganya dan mungkin juga tetangganya. seorang pejabat pemerintah akan menggoncangkan area pemerintahannya dan begitu seterusnya masing masing mempunyai bom waktu yang akan menggoncangkan areanya, Begitulah kekuatan bom-bom individu yang berbeda-beda. Bom-bom individu boleh bergabung untuk menghasilkan tenaga yang lebih kuat. Satu kampung orang mengamuk akan melukai banyak orang, juga satu pasukan yang bertempur akan banyak menjadikan banyak nyawa melayang.

Penyakit yang melibatkan tubuh badan mudah dikenali dan diobati. Sebaliknya penyakit bom waktu yang ada dalam masyarakat dan setiap individu itu sulit di kenali, sehingga kita tak sadar bom itu akan meledak dan kita sama sekali tak berusaha menghindarinya, dan terbawa dalam ledakannya. dan bom waktu itu haruslah di obati dari hati dari dalam hati kita terdalam, dengan menyadari hidup yang saling menjaga dan saling menghargai hidup untuk mencapai keseamatan bersama, keselamatan dunia akherat. mengobatinya bukan dari mana-mana, atau dari apa atau dari menelisik ke arah masyarakat, tapi dari diri kita dari dalam hati terdalam kita, membenahi hati kita, mengembalikan cara hidup yang pernah di ajarkan rasulullah saw, memperbaiki budi pekerti bukan hanya lahiriah kita tapi juga batiniah kita, hati kita bukan hati yang penuh kepalsuan, dan dari dalam itulah ketentraman dan kedamaian bisa di gali.
 
Mahkota Ruhani

No comments:

Post a Comment