Wednesday, September 24, 2014

KITA ITU DI DALAM DUNIA, TAK SEHARUSNYA MENGEJAR YANG KITA SENDIRI DI DALAMNYA, SEHARUSNYA KITA MEMPERSIAPKAN BEKAL AKHERAT, DENGAN TANAMAN AMAL DI DUNIA INI.



KITA ITU DI DALAM DUNIA, TAK SEHARUSNYA MENGEJAR YANG KITA SENDIRI DI DALAMNYA, SEHARUSNYA KITA MEMPERSIAPKAN BEKAL AKHERAT, DENGAN TANAMAN AMAL DI DUNIA INI.

Kalau gak di kasih contoh real, orang cenderung salah persepsi, mengartikan dengan pengertian sendiri, kayak orang di bilangi, segala sesuatu itu yang penting niatnya. lalu anak perawan tetangga di hamili semua, dengan niat menolong agar semua punya anak, ini namanya mengartikan sesuatu dengan sak kepenake udele dewe. suka memelintir kalau di bilangi orang yang benar.
Seperti saya mengatakan jangan mengejar dunia, bisa jadi lalu tak mau kerja, dan ongkang2 kaki, ya jelas saya di salahkan istrinya kalau orang itu seorang suami. karena istrinya tak di nafkahi saja. tapi rajin ngumpuli istrinya kalau malam jum'at soale hanya itu yang akherat. wah kojor kabeh kalau bgt. ini ku contokan.

Ada seorang tukang bakso bernama pak paiman, dia tukang bakso (contoh saja ) walau berdasar kejadian nyata, pak paiman itu tukang bakso keliling, sudah puluhan tahun dia jualan bakso, mengelililngi daerah pekalongan bagian barat. tapi berangkat siang jam 1, dan pulang jam 11 malam, yang terjual hanya paling 5 mangkok, begitu terus, padahal dia sudah mengelilingi area, sampai malam, dia tambah daerah yang di keleilingi juga tetap saja paling 5, 7 mangkok bakso terjual. bayangkan itu di jalani sudah 20 tahun lebih.

Satu hari pak paiman ke rumahku di ajak temannya, dia juga sudah biasa ke tempat dukun atau kyai minta penglaris, agar baksonya laris, tapi ya hasilnya begitu-begitu saja...wkt ke rumahku dia mendengarkan temannya bicara padaku membahas masalahnya, dia liat juga kok minta syarat padaku ndak pakai bayar, ya dia sekalian minta syarat, agar dagangannya laris, aku hanya menyuruhnya, sebaiknya jangan berkeliling lagi, cari tempat mangkal yang enak, tak usah menyusahkan diri dengan mengelilingi kasalan, kampung, cukup saja mangkal, ku bilang ingat yang rajin ikut dzikir jamaah kalau ada dzikir bersama. dia mengiayakan.

Besoknya dia praktekkan dia ikuti petunjuk yg ku beri dg ijin Allah walau dia tak muteri desa, baksonya buka jam 1, jam 4 sudah habis, dia heran, habis tutup bakso dia langsung ke rumahku, dan mengatakan kalau tak pernah seumur hidupnya jualan bakso sampai habis secepat itu. entah tak tak banyak orang yang datang dari segala penjuru, sampai dia kehabisan mangkok untuk melayani pembeli.

Sebulan kemudian dia malah membuka cabang... dan alhamdulillah sering membantu majlis, nah itu contoh kita ini di dalam dunia tak seharusnya mengejar yang kita sendiri di dalamnya. semoga paham. jadi bekerjalah dan niati untuk beribadah. menabung untuk akherat. berapa yang kita berikan akan di beri lipatan sebagai gantinya.

Kyai Nur Rozaq

2 comments: