BIMBINGAN PEKERJAAN/KONSELING KARIR


karir
Karir Menanjak

I.                  Latar belakang

Bimbingan karir atau sering disebut dengan konseling karir atau bimbingan pekerjaan sejatinya adalah salah satu bentuk upaya dari untuk memaksimalkan pengembangan diri dari siswa ataupun sesorang yang membutuhkan bimbingan sehingga mampu berkembang sesuai dengan kemampuan dan terarah menuju hal yang diharapkan.
Bimbingan karir adalah suatu proses membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja di luar dirinya, mempertemukan gambaran diri tersebut dengan dunia kerja itu untuk pada akhirnya dapat memilih bidang pekejaan, memasukinya dan membina karir dalam bidang tersebut”. Conny Semiawan (1986:3) memberikan definisi bimbingan karir lebih luas, yaitu seperti berikut: “..Bimbingan karir (BK) sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan individu yang harus dilihat sebagai bagian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif dan afektif, maupun keterampilan seseorang dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami proses pengambilan keputusan maupun perolehan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki kehidupan, tata hidup dari kejadian dalam kehidupan yang terus-menerus berubah; tidak semata-mata terbatas pada bimbingan jabatan atau bimbingan tugas. Untuk memperjelas dan mendalami tentang bimbingan karir, disini penulis merasa perlu untuk meneliti hal sebagi berikut..








II.                Rumusan Masalah
  1. Latar belakang lahirnya konseling karir/bimbingan pekerjaan?
  2. Apa pengertian konseling karir/bimbingan pekerjaan?
  3. Sifat, cirri dan prinsip konseling karir/bimbingan pekerjaan?
  4. Tujuan konseling karir/bimbingan pekerjaan?
  5. Tujuan konseling karir/bimbingan pekerjaan di sekolah?









III.             PEMBAHASAN


Sejarah latar belakang munculnya bimbingan pekerjaan

Lahirnya bimbingan pekerjaan atau konseling karir berawal dari gerakan bimbingan pekerjaan di Amerika Serikat dimulai pada tahun 1908, ketika Frank Parsons pendiri gerakan bimbingan pekerjaan, bahwa pekerjaan ini telah didahului oleh usaha-usaha sederhana sekali dalam bentuk usaha yang dilakukan olah sementra oaring untuk membantu para pemida dlam menentukan pekerjaan yang cocock bagi mereka. Akan tetapi pengaruh parson muncul karena ia memberikan kepentingan social bagi gerakan tersebut, ia juga menyerukan kepda para pengikut aliran-aliran tertentu dalam bimbingan pekerjaandan memasukkannya ke dalam aliran umum, dengan anggapan bahwa diantara tugasnay ialah mempersiapkan pemuda untuk kehidupan kerja dan mengarahkan mereka kepada pekerjaan ytang cocok dengan mereka.[1]

            Parson memulai gerkan dalam salah astu lembaga social di Boston yaitu “Civic Service House”. Parson berpendapan bahwa bimbingan perseorangan adalah dasar dari proses bimbingan pekerjaan, kedatipun ia tidak menafikan manfaat dari bimbingan kelompok dalam bentuk pemberian penjelasan tentang bermacam-macam pekerjaan dan tuntutannya serta mendiskusikan beberapa masalah umum. Pada tahun 1909 bimbingan pekerjaan telah dimasukkan dalam sekolah-sekolah di Boston dan lainnya. Setelah itu ide bimbingan pekerjaan segera tersebar luas di Amerika Serikat dan setelah tahun 1909 ide-ide tentang bimbingan pekerjaan mulai meluas ke seantero belahan dunia.

Pengertian

Istilah “konseling karir” mengacu pada konseling bilamana klien atau konseling mengekspresikan perhatian dan atau minatnya dalam memperbincangkan tentang masa depan kariernya. Kerna “karir”(career) adalah suatu istilah yang mempunyai pengetrtian yang cukup luas, pembahasan dapat menjangkau mulai dari rencana pendidikan sampai pada pemilihan jabatan, gaya hidup, rencana kawin, pekerjaan paruh waktu. [2]

            Selanjutnya Vernom G. Zunker (1981:2) mendefenisikan bahwa konseling karir termasuk semua aktivitas konseling yang dihubungkan dengan pemilihan karir individu sepanjang hidup. Dan proses konseling karir semua aspek kebutuhan individu termasuk keluarga, pekerjaan, waktu luang dan sebaginya, ditetapkan sebagai bagian byang integral dari perencanaan dan pengambilan keputusan karir.

Sedangkan Dr. H. Moh Surya, (1981 & 1983),menyebutkan bahwa penyuluhan karir (career counseling) merupakan teknik bimbingan karir melalui pendekatan individual dalam serangkaian wawancara penyuluhan(counseling interview). Penyuluhan ini merupakan pengkhususan kegiatan penyuluhan dalam masalah khusus yaitu masalah karir.[3]
Bimbingan karir juga merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling yang ada di sekolah-sekolah. Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk kehidupan yang diharapkan untuk menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tunutan pekerjaan / karir yang dipilihnya (Ruslan A.Gani : 11)
Menurut Herr bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:113).

Pengertian konseling karir diatas adalah  mengacu pada layanan bimbingan karir. Karena pada dasarnya hakekat bimbingan karir tidak hanya dilaksanakan melalui pendekatan kelompok, tetapi melali pendekatan individual. Karena pada saat tertentu maslah karir dalam hal ini siswa disekolah dapat diselesaikan melalui secara bersama-sama melalui pendekatan kelompok, tetapi pada saat yang lain masalah-masalah karir yang bersifat pribadi  dan terlalu individual tidak bias dipecahkan melalui pendekatan kelompok, untuk itulah masalah-maslah karir yang bersifat individual perlu dipecahkan konselor melalui serangkaian wawancara konseling karir.
Dari uraian di atas dapat juga dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
Menurut Hibana S. Rahman (2003:42) bimbingan karir adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk dapat merencanakan dan mengembangkan masa depannya, berkaitan dengan dunia pendidikan maupun dunia karier. [4]
Pembahasan lebih rinci berupa materi pokok bimbingan karir, antara lain:
1.      Pemahaman tentang bakat, minat dan kemampuan diri berkaitan dengan karir
2.      Pemahaman tentang berbagai macam berbagai macam profesi sebagai alternative pengembangan karir.
3.      Pemahaman dan pengembangan kemampuan wirausaha.
4.      Pemahaman tentang berbagai macam jurusan dibidang pendidikan,
5.      Pengembangan kemampuan berkompetisi
6.      Pemahaman tentang strategi memilih skolah tinggi(lembaga pendidikan) dan menentukan jurusan.
7.      Pengembangan kemapuan manajemen dan kepemimpinan.

Sifat dan ciri  konseling karir/bimbingan pekerjaan[5].
1.      Bimbingan pekerjaan adalah suatu proses  yang bertujuan untuk membantu individu agar dapat menumbuhkan gambaran dirinya. Gambaran itu mempunyai ciri integritas artinya bahwa ia bebas dari pertentangan atau perlawanan atau kerusakan.
2.      Bahwa bimbingan pekerjaan adalah suatu pekerjaan yang bertujuan juga untuk menolong individu untuk menumnbuhkan dan menerima peranan yang dilakukannya dalam dunia pekerjaan, peranan tersebut sesuai dengan kemungkinannya yang bermacam-macam.
3.      Bimbingan pekerjaan adalah pekerjaan yang bertujuan untuk menolong individu untuk mencoba dan menyelami gambaran yang dibuatnya bagi dirinya dan peranannya dalam lapangan hidup nyata. Yang berarti bahwa bimbingan pekerjaan memberikan kepadanya kesempatan untuk mencoba dan memilih dalam suasana yang cocok.
4.      Bahwa bimbingan pekerjaan akhirnya bertujuan untuk menolong individu untuk mencapai gambaran tentang dirinya dalam lapangan pekerjaan. Demikian itu dapat membawanya kepada terjaminnya kebahagiaan bagi dirinya dan manfaat bagi masyarakat.  



 Prinsip-prinsip Pelaksanaan Bimbingan Karir

Dalam menyelenggarakan layanan bimbingan karir, perlu rnemperhatikan prinsip-prinsip berikut:

a.       Bimbingan karir merupakan suatu proses ber-kelanjutan dalam seluruh perjalanan hidup seseorang, tidak merupakan peristiwa yang terpilah satu sama lain. Dengan demikian. bimbingan karir merupakan rangkaian perjalanan hidup seseorang yang terkait dengan seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan yang dijalaninya.

b.      Bimbingan karir diperuntukkan bagi semua individu tanpa kecuali. Namun dalam praktiknya prioritas layanan dapat diberikan terutama bagi mereka yang sangat memerlukan pelayanan. Skala prioritas diberikan dengan mempertimbangkan berat-ringannya masalah dan penting tidaknva masalah untuk segera dipecahkan. Oleh karena layanan bimbingan karir diperuntukkan bagi semua siswa, maka pemberian layanan bimbingan karir sebaiknya lebih bersifat preventive- developmental.

c.       Bimbingan karir merupakan bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang dalam proses berkembang. Dengan demikian ciri-ciri perkembangan pada fase tertentu hendaknya menjadi dasar pertimbangan dalam setiap kegiatan bimbingan karir.

d.      Bimbingan karir berdasarkan pada kemampuan individu untuk menentukan pilihannya. Setiap individu memiliki hak untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan, tetapi harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari pilihan/keputusannya itu. Ini berarti bahwa bimbingan karir tidak sekedar memperhatikan hak individu untuk menentukan dan memutuskan pilihan sendiri, tetapi juga membantu individu untuk mengembangkan cara-cara pemenuhan pilihan/putusan itu secara bertanggung jawab.

e.       Pemilihan dan penyesuaian karir dimulai dengan pengetahuan tentang diri. Hal ini mengandung arti bahwa individu perlu memahami terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam dirinya, seperti bakat, minat, nilai-nilai, kebutuhan, hasil kerja/prestasi belajar dan kepribadiannva.

f.       Bimbingan karir membantu individu untuk memahami dunia kerja dan sejumlah pekerjaan yang ada di masyarakat serta berbagai sisi kehidupannya.


Tujuan Konseling Karir
Sesuai dengan definisi konseling karir, maka dapatlah dikemukakan bahwa tujuan konseling karir adalah untuk membantu klien mewujudkan keberhasilannya dlam upaya mengintegrasikan dirinya kedalam pasaran kerja dan menyesuaikan dirinya dengan pasaran kerja dan menyesuaikan dirinya dengan pasaran kerja yang tepat. Tujuan-tujuyan ini dapat terwujud dengan cara:[6]

1.      menetapkan tujuan jabatan klien secara relaistis dengan pertimbangan-pertimbangan yang logis dan rasional.
2.      Mengenal, mengimplementasikan, dan memantau cara pemecahan masalah dan tindakan yang korektif pada diri klien, yang diperlukan untuk mengintegrasikan ked lam pasaran kerja yang tepat.
3.      Mengajar klien untuk bebas berupaya dalam mencapai dan mempertahankan kepuasan kerja.  

            Disamping itu tujuan konseling karir dapat ditata dalam beberapa cara. Pertama, yang paling umum, konseling karir ialah proses dalam memperkuat pemilihan yang telah dibuat oleh klien.Kedua, konseling karir ialah suatu proses memperjelas tujuan-tujuan vokasional. Disini konselor dapat membantu klien dengan mempersepsi masalahnya dengan lebih jelas. Ketiga, konseling karir ialah suatu proses membantu klien dalam menemukan fakta tentang dirinya dan dunia kerja yang belum diketahui sebelumnya.  

Tujuan Bimbingan dan Konseling Karir di Sekolah
Sekolah adalah tempat yang ideal dan sangat penting untuk perkembangan yang sehat secara psikologis. Sekolah melatih anak berinteraksi dengan lingkungan sosial, menambah pengetahuan dan skill serta sebagai sarana pendewasaan.
Dilihat dari lamanya jenjang pendidikan di sekolah, waktu yang yang dihabiskan cukup panjang. Mulai dari TK hingga SMA, sekitar 12 tahun. Bahkan sebagian besar waktu keseharian anak lebih banyak terfokus pada sekolah. Karena pentingnya sekolah ini, sehingga sudah selayaknya sekolah memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak (siswa) yang bersangkutan, termasuk pemilihan karir mereka kedepan, apalagi jika seorang anak (siswa) akan menginjak masa dewasa (sekitar sekolah menengah atas).
Di sekolah-sekolah saat ini, pada umumnya sudah tersedia layanan bimbingan dan konseling, yang biasanya diasuh oleh guru dengan profesionalisme khusus. Hanya saja, profesionalis seorang konselor di sekolah belum merata disetiap sekolah, sehingga hasilnya pun belum memuaskan.
Khususnya pada sekolah menengah atas, seharusnya sudah memiliki layanan bimbingan dan konseling karir, yang akan membantu siswa memilih karirnya kedepan. Tentunya hal ini harus bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pihak konselor, sekolah, orang tua, ataupun psikolog. Pengenalan dunia kerja pada masa sekolah menengah ini, akan menuntun anak (siswa) memilih karir sesuai dengan kemampuan, minat dan bakatnya.
Secara garis besar, bimbingan dan konseling karir di sekolah memiliki dua tujuan pokok, yaitu:
Membantu siswa dalam memahami dirinya dan dunia kerja secara khusus yang menjadi sasaran Bimbingan Konseling tentang karier di sekolah diantaranya
  1. Para siswa dapat memahami dan menilai dirinya, terutama yang berkaitan dengan segi potensi yang ada dalam dirinya, mengenai kemampuan, minat, bakat, sikap dan cita-citanya. 
  2. Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya, serta ada dalam masyarakat. 
  3. Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam dirinya, mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang diperlukan bagi suatu bagian tertentu, memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang dengan masa depannya. 
  4. Menemukan hambatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut. 
  5. Para siswa dapat merencanakan masa depannya serta menemukan karier dan kehidupannya yang serasi, yang sesuai.
Membantu peserta didik untuk menemukan dirinya sendiri dan dunia kerjanya, sehingga dapat memilih, merencanakan, memutuskan dan memecahkan masalah
Menurut W.S. Winkel, tujuan bimbingan ada 2 yaitu:
  • Tujuan sementara dari bimbingan, agar orang bersikap dan bertindak sendiri dalam situasi hidupnya sekarang. 
  • Tujuan akhir dari bimbingan adalah supaya orang mampu mengatur kehidupan sendiri. Mempunyai pandangan sendiri dan menanggung sendiri konsekuensi atau resiko dari tindakan-tindakan yang diambil.
Sedangkan secara umum bimbingan konseling tentang karir diantaranya:
  • Mengerti dirinya dan lingkungan, mengerti diri meliputi pengenalan kemampuan dan nilai-nilai hidup yang dimiliki untuk perkembangan dirinya. Mengerti lingkungan meliputi pengenalan baik lingkungan fisik, sosial, budaya, informasi, lingkungan ( informasi, pendidikan, karier dan sosial pribadi). 
  • Mampu memilih, memutuskan, merencanakan hidupnya dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan sosial pribadi. 
  • Mengembangkan kemampuannya dan kesanggupannya secara maksimal. 
  • Memecahkan masalah pribadi secara bijaksana. 
  • Memahami dan mengarahkan dirinya dalam bertindak serta bersikap sesuai dengan tuntutan dan lingkungan.
Dapat disimpulkan bahwa, tujuan bimbingan konseling karir di sekolah untuk mengarahkan dan memberikan referensi bagi siswa tentang dunia kerja, mensinkronisasikan dengan kemampuan yang dimilikinya, serta dapat menyesuaikan dengan minat dan bakatnya.










Daftar Pustaka

ü  Mahnoudhana, Attia(1978).Bimbingan Pendidikan Dan Pekerjaan. Jakarta:Bilan Bintang.
ü  Rahman, S. Hibana(2003). Bimbingan Dan Konseling Pola 17. Yogyakarta:UCY Press.
ü  Sukardi, Dewa Ketut(1994). Tes dalam Konseling Karir. Surabaya: usaha nasional.
Arya utama(2010). Pengertian Bimbingan Karir from:http://ilmupsikologi.wordpress.com/2010/02/07/pengertian-bimbingan-karir/ 
 Psychologymania(2012).Bimbingan karir di sekolah from:http://www.psychologymania.com/2012/03/tujuan-bimbingan-dan-konseling-karir-di.html 
 Wahid Suharmawan(2012). Apa dan bagaimana bimbingan karir from:http://konselorindonesia.blogspot.com/2011/04/apa-dan-bagaimana-bimbingan-karier.html



[1] Bimbingan pendidikan dan pekerjaan (Jakarta:Bulan Bitang), hal . 27
[2] Tes Dalam Konseling Karir (Surabaya:Usaha Nasional), hal. 5
[3] Ibid. hal 7
[4] Bimbingan dan konseling pola 17(Yogyakarta:UCY Press) hal. 42
[5] [5] Bimbingan pendidikan dan pekerjaan (Jakarta:Bulan Bitang), hal . 65
[6] Ibid. hal. 18

Komentar

Postingan Populer