Kamis, 12 Januari 2012

KERJA, KERAS, TEKUN, ULET, DAN TELITI

KERJA, KERAS, TEKUN, ULET, DAN TELITI



Standar Kompetensi
(Akhlak)
:
11. Membiasakan Perilaku Terpuji
Kompetensi Dasar
:
11.1 Menjelaskan arti kerja keras, tekun, ulet, dan teliti
11.2 Menampilkan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti
11.3 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti
Indikator
:
11.1.1 Menjelaskan arti kerja keras dan menunjukkan dalilnya
11.1.2 Menjelaskan arti tekun dan menunjukkan dalilnya
11.1.3 Menjelaskan arti ulet dan menunjukkan dalilnya
11.1.4 Menjelaskan arti teliti dan menunjukkan dalilnya
11.2.1 Menyebutkan contoh-contoh perilaku kerja keras
11.2.2 Menyebutkan contoh-contoh perilaku tekun
11.2.3 Menyebutkan contoh-contoh perilaku ulet
11.2.4 Menyebutkan contoh-contoh perilaku teliti
11.3.1 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti 11.3.2 dalam lingkungan keluarga
11.3.3 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti dalam lingkungan sekolah
11.3.4 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti dalam lingkungan masyarakat



Materi Ajar:
Perilaku Terpuji (kerja keras, tekun, ulet, dan teliti)
1. Kerja keras, yaitu bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi kemudian disertai dengan berserah diri (tawakkal) kepada Allah SWT baik untuk kepentingan dunia dan akhirat. Firman Allah SWT:
”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi...”. (QS. Al-Qashash: 77).
2. Tekun dan Ulet, melakukan semua pekerjaan dengan rajin, teliti, sabar, hati-hati, dan sungguh-sungguh. Dalam belajar dan menuntut ilmupun kita harus giat dan rajin menekuni apa yang sedang dipelajari. Dengan rajin belajar, dan tekun, kita dapat meraih kesejahteraan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Allah akan merubah keadaan seseorang apabila ia juga berusaha dengan sungguh-sungguh. Firman Allah SWT:
“… Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri….” (QS. Ar-Ra’du: 11).

3. Teliti, cermat dalam setiap melakukan sikap dan perbuatan serta setiap pekerjaan, tidak terburu-buru, namun perlu perhitungan dan pengkajian baik-buruknya. Dalam Al-Qur’an, Allah juga mengajarkan kita agar bersikap teliti sebagaimana firman-Nya:
”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar